Holi(shit)day 2

Liburan gw yang super duper panjang ini masih dilanjutkan dengan kegiatan kepanitiaan lain selain Gelar Jepang. Kepanitiaan berikutnya yang gw ikutin ini adalah PSA-MABIM FIB UI 2011. Gw masuk di divisi perlengkapan. Gak perlu membuka luka lama, langsung masuk cerita aja.

Yah, inti dari acara PSA-MABIM ini sebenernya kayak semacam ospek. Tapi bukan yang dikerjain parah dan dimarah-marahin. Menurut gw, ini lebih kayak ngelatih maba untuk lebih paham gimana hidup perkuliahan di FIB ini nantinya. Intinya, tujuan ospek ini bagus, gitu aja.

Sebenernay jadi divis perlap ini lumayan enak. Sibuk cuma untuk beberapa menit, sisanya lu bias bebas menganggur dan melakukan apapun yang lu suka. Emang jadinya kagak keliatan di depan maba, cuma apa artinay juga sih... intinya, divisi ini sangat sesuai untuk gw yang emang suka gabut (tapi kayaknya beberapa divisi lain juga gabut kecuali disiplin).

Anak-anak di divisi perlap juga asik-asik, walaupun seperti tipikal kelompok pada umumnya, pasti ada aja yang annoying. Cuma untuk yang ini tingkat ke-annoyingannya masih bisa gw tolerir lah, gw udah cukup terlatih untuk menjauh dan memasuki dunia lain saat orang-orang kayak gini bertingkah. Well, dengan berada di divis perlap ini, gw merasa sedikit lebih memahami karakteristik orang-orang. Well, seperti hukum alam, semua orang dilahirkan abu-abu. Gak semua orang bener-bener baik, ataupun bener-bener jahat. Mau segimanapun juga lu mencoba terlihat baik, pasti akan ada aja orang yang menemukan kenegatifan dalam hal-hal yang lu kira baik.

Gw belajar banyak dari karakter orang-orang di sini. Yah, semoga unutk kegiatan selanjutnya gw bisa belajar lebih banyak. Manusia, memang objek paling menarik untuk dipelajari.

semoga nanti pas MABIM orang itu tidak minta dilempar LCD. semoga tidak ada yang jayus. oh, I'm getting enough already.

doa

#doapagi berikanlah kami lelucon pada hari ini

-@BilanganFu (Ayu Utami)

#doapagi berikanlahkami sesuatu yang lucu

-@BilanganFu (Ayu Utami)

berikanlah saya tawa, yang rasanya seperti airmata. supaya tak ada yang tahu saya sedang berduka.
rasanya seperti menapak jalan tanpa ujung. satu-satunya yang saya bisa lihat hanya punggung seorang lelaki. saya tak kenal dia siapa, wajahnya pun saya tak pernah lihat, tapi saya berjalan mengikut dia. intuisi saya mengatakan kalau saya mengikut dia, maka saya akan mendapat akhir yang saya mau. tapi hanya kalau saya mengikut, bukan berjalan berdamping atau mendahului.

Holi(shit)day 1

So, untuk liburan semester ini, harus gw akuin nggak gabut-gabut banget lah dibandingin semester kemaren. At least untuk semester ini, gw ikut beberapa kegiatan kepanitiaan yang nggak ngebuat gw menjadi penunggu rumah sejati. Emang harus gw akuin, gw ga gitu bisa menikmati libur karena gw masih harus bolak-balik ke kampus (dengan masih menaiki bus 84 tercinta yang datengnya 3 taun sekali) dan masih harus menemukan muka-muka yang pengen banget gw hindari.

Kepanitiaan pertama yang gw ikutin itu adalah GELAR JEPANG 2011. Di kepanitiaan ini, gw masuk di divisi dekorasi, dan itu termasuk................ melelahkan. Untuk persiapan pas hari-H nya, kita harus dateng dari sekitar jam 5/6 pagi, setelah hari sebelumnya kita pulang jam 2/3 pagi. Kebayang kan isitirahatnya kayak apa? Mana untuk mengantisipasi betapa paginya kegiatan tersebut, gw dan beberapa anak dekor lainnya numpang nginep di kosan salah satu senior. Secara mendadak, jumlah orang yang nginep di kosan senior tersebut bertambah, jadi terpaksalah kita semua tidur bagaikan ikan sarden. Masalahnya, udah tau kalo orang nginep rame-rame itu mustahil banget kalo sekali nyampe dan ketemu kasur langsung plek, tidur. Pasti adalah acara ngobrol-ngobrol ngalor ngidul, ketawa ketiwi, becandaan dan sebagainya. Ditambah lagi, habis kerja panitia, badan bau keringet dan apek banget, jadilah semua orang mengantri dan berebutan mandi. Ya, untungnya aja besoknya kagak tewas kecapean.

Kalo pas jadi anak dekor sih... gw cukup berbahagia karena kerjanya super gabut. Ya, gw ulang GABUT (tapi pada saat acara GJ dimulai). Namanya dekor, kerjanya mendejor dan menghias, sudah tentu kita sibuknya ya pas sebelum acara mulai. Hias ini, hias itu, masang ini itu, gantung ini itu, begitu selesai dan acara mulai, ya tinggal ongkang-ongkang kaki aje.

Boong deng.

Begitu acara mulai pun tetep aja gak bisa gabut. Sama mami PJnya, kita anak dekor masih disuruh ngejagain barang-barang dekor. Soalnya ditakutkan ada pengunjung barbar yang tiba-tiba kalap dan menghancurkan properti dekor. Untungnya sih selama GJ gak ada. Paling riskan ya cuma di 'Jalan Sakura', jadi kita bikin pohon terus diiket ke jembatan gitu. Hasilnya bagus banget deh, kayak di Jepang beneran (gatau juga sih di Jepangnya gimana). Biasa orang-orang pada mau poto-poto ama sakura, eh ada yang terlalu nempel patahlah rantingnya, ato gak rontoklah bunganya. Sibuk dah.

Tapi, menurut gw sih jadi anak dekor lumayan nyenengin. Kalo taun depan lagi sebenernya gak masalah sih (toh anak dekor juga gak bakal boleh pindah ke divisi lain), gw cukup menikmatinya.

saya dan waktu

mari, di sini duduk bercakap
antara kita hanya udara mengambang
secangkir kopi sebagai teman
tapi hanya untuk saya
karena kamu tak butuh teman, kan?

mari, kita mulai bercakap
tapi cuma saya yang boleh bicara
karena di sini saya yang punya urusan
kamu cukup mendengar
sebab saya ingin menuntut.

mari, kamu dengar tuntutan saya
tentang apa yang kamu ambil
dan saya inginkan kembali
saya tak terima kamu mengambil tanpa izin
dan saya cuma bisa kehilangan.

mari, kita sudahi saja
supaya saya tak berubah murka
dan kamu tak perlu emosi
kopinya sudah menjadi dingin
kamu kemanakan panasnya?


source : YouTube

Jon, no girl will resist if you serenade her like this <3

This Romeo is bleeding

But you can't see his blood

It's nothing but some feelings

That this old dog kicked up

It's been raining since you left me

Now I'm drowning in the flood

You see I've always been a fighter

But without you I give up

Now I can't sing a love song

Like the way it's meant to be

Well, I guess I'm not that good anymore

But baby, that's just me

And I will love you, baby - Always

And I'll be there forever and a day - Always

I'll be there till the stars don't shine

Till the heavens burst and

The words don't rhyme

And I know when I die, you'll be on my mind

And I'll love you - Always

Now your pictures that you left behind

Are just memories of a different life

Some that made us laugh, some that made us cry

One that made you have to say goodbye

What I'd give to run my fingers through your hair

To touch your lips, to hold you near

When you say your prayers try to understand

I've made mistakes, I'm just a man

When he holds you close, when he pulls you near

When he says the words you've been needing to hear

I'll wish I was him that those words were mine

To say to you till the end of time

Yeah, I will love you baby - Always

And I'll be there forever and a day - Always

If you told me to cry for you

I could

If you told me to die for you

I would

Take a look at my face

There's no price I won't pay

To say these words to you

Well, there ain't no luck

In these loaded dice

But baby if you give me just one more try

We can pack up our old dreams

And our old lives

We'll find a place where the sun still shines

And I will love you, baby - Always

And I'll be there forever and a day - Always

I'll be there till the stars don't shine

Till the heavens burst and

The words don't rhyme

And I know when I die, you'll be on my mind

And I'll love you - Always

patung pualam kekasih
diam tegak mendekap cinta

sampai ada yang meniupkan nyawa
perlahan dia melangkah menjauh

patung pualam kekasih
kini bebas pergi melangkah

kemanakah cinta yang didekap?
luluh lantak seiring langkah.
sampai nanti sampai mati
mari bercakap di dunia awang
sebab dalam dunia yang kita jejak
setiap kata akan berbuah tafsir
yang maknanya hanya kabur
kemudian kita merenggang.

kalau bercakap dalam awang
kita hanya bertukar kata
kalimat
canda
tawa
tangis
isak
dan apapun yang kita inginkan
hanya sekedar bertukar
tak perlu menafsir

good words, good deeds

Oscar Wilde

"A dreamer is one who can only find his way by moonlight, and his punishment is that he sees the dawn before the rest of the world."

"An excellent man; he has no enemies; and none of his friends like him."

"Life is too important to be taken seriously."

source : Brainy Quote
jadi saya mencoba menulis sesuatu tentang kamu.

tapi jadinya ya begitu-begitu saja. tentang bagaimana saya suka kamu, bagaimana saya coba ajak bicara, bagaimana saya coba cari-cari kesempatan.

tidak pernah berkembang, tidak pernah lepas dari 'saya' juga.

akhirnya (dan seperti biasanya), saya juga cuma menulis tentang saya.

kapan saya bisa menulis tentang kamu, tanpa perlu 'saya' lagi?

Lara dan Adit

Lara, mengapa kamu tak kunjung menjawab?
Saya bertanya.
Saya memanggil.
Mengapa diam kamu mematung?

(Dit, mengapa kamu baru bertanya?
Kamu mengucap.
Kamu memanggil.
Saat saya bisu dan tuli.)
sebab saya belajar mencinta.
bukan dengan mata.
dengan hati.
kamu tak akan mengerti kesepian
sampai suatu saat kamu tinggal satu-satunya yang bisa berbicara di bumi.

dan hanya bayangan yang bersedia menemanimu.

Jakarta's Coziest Place To Shop

photo from : redandwhitemagz


"This place is just... superb.".

Hal itu yang paling pertama melintas di kepala saya saat pertama kali melihat daerah pertokoan Level One.

Saya lumayan sering pergi dan berbelanja di Grand Indonesia, tetapi sejauh pengamatan saya, tidak ada satupun wilayah yang seunik dan semenarik Level One ini.

Selain barang yang dijual toko-toko di wilayah ini, tata letak dan desain tiap toko turut menunjang keapikan Level One. Toko-toko yang dihias menggunakan aksesoris unik nan lucu, ditambah dengan penamaan yang mengundang rasa penasaran seperti Danjyo-Hiyoji, Plastic Culture, Damn I Love Indonesia, dan lain-lainnya, sungguh sangat menggoda untuk dilihat lebih lanjut. Benar saja, saat saya mencoba menyusuri satu persatu toko, saya terpesona dan tergoda untuk membeli hampir semua barang yang dijual di sana.

Barang-barang yang dijual di Level One sangat-sangat unik, dan pasti sulit ditemukan di tempat perbelanjaan lain. Kalaupun ada, mungkin hanya pada event tertentu seperti Brightspot Market, dan itupun hanya diadakan setahun sekali. Kalau sekali saja ketinggalan acara tersebut, harus menunggu sangat lama untuk bisa membeli barang yang saya inginkan, itupun kalau masih dijual. Tapi, sekarang tidak perlu menunggu selama itu lagi, sebab sudah ada Level One Project. Saya bisa kapan saja datang dan membeli barang yang saya inginkan. Menyenangkan, bukan?

Selain itu, jenis barang yang dijual di sini juga beragam. Tidak hanya melulu toko yang menjual pakaian, terdapat juga Lomography, sebuah toko yang memfokuskan diri pada kamera Lomo dan segala aksesorisnya, Plastic Culture yang menjual boneka ugly doll dan boneka serta miniatur lucu lainnya, atau Tick Tock Store, yang khusus pada jam-jam unik serta aksesoris lainnya. Jenis toko yang bervariasi ini membuat kita tidak mudah bosan saat menelusuri wilayah Level One Project!

Akhir kata, untuk anda para shopaholic di Jakarta, this place is a must! Jangan mengaku diri shopaholic bila belum pernah menginjakkan kaki di tempat ini. Bila belum pernah, toko-toko ajaib ini selalu menanti anda semua di Grand Indonesia East Mall Lt. 1.
kalau kata Lara,

"Mungkin kelak saya bisa jadi Tuhan,
sebab mereka lebih percaya
pada yang berdarah dan berdaging
daripada suara ilahi."

kalau kata Lara,
"Mungkin kelak saya tak lagi makan nasi
tapi makan sesama manusia
dengan darah sebagai minumnya.
bukankah kita diajarkan untuk saling memangsa?"

kalau kata Lara,
"Mungkin kelak binatang
jauh lebih bermartabat ketimbang manusia
bukankah sekarang mereka berkata
bahwa darah kita halal dibunuh
tapi mengharamkan binatang?"

kalau kata saya,
"Mungkin, kalau tidak demikian
tidak akan disebut manusia."


ada apa sebenarnya?

terlalu banyak tanya
terlalu banyak jawaban

tapi tak ada yang terdengar.
kalau saya genggam kamu lepas dari sela-sela jari saya

kalau saya lepaskan kamu terbang bersama angin

memang tempat kamu bukan saya.
jangan salah sangka.
apa yang ada di balik kata.

siapa yang tahu?
Tahun sudah berganti, Lara
mengapa kamu tetap berduka?

seharusnya dukamu lenyap bersama malam
dan senyummu mengembang bersama mentari.

Tapi kamu tetap berduka, Lara.
kamu enggan menyambut tawa.
dan memilih menyimpan lara.

Lara, ini tahun yang baru.
yang lalu biarlah berlalu.
dia tawarkan senyum untukmu.

Mengapa kamu tetap berduka, Lara?



KARMA POLICE
Radiohead

Karma Police arrest this man
He talks in math
He buzzes like a fridge
He's like a detuned radio

Karma Police arrest this girl
Her Hitler hairdo
makes me feel ill
and we've crashed her party

This is what you get
When you mess with us

For minutes there I lose my mind